INFORMASI
: - Tuesday, 19-10-2021
  • Perkenalan Paslon Nomor Urut 3 (19 jam yang lalu)
  • Perkenalan Paslon Nomor Urut 2 (19 jam yang lalu)
  • Perkenalan Paslon Nomor Urut 1 (19 jam yang lalu)
  • Pemilihan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 9 Bandar Lampung T.P. 2021 – 2022 (19 jam yang lalu)
  • TAHAPAN KEGIATAN PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS SMAN 9 BANDAR LAMPUNG (20 jam yang lalu)
  • BUKU PANDUAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) SECARA DARING TP 2021/2022 (3 bulan yang lalu)
  • MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH DARING (MPLS) TAHUN 2021 (3 bulan yang lalu)
  • Pendataan Online Siswa Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 (3 bulan yang lalu)
  • Informasi Daftar Ulang PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 (3 bulan yang lalu)
  • Penetapan Hasil PPDB SMAN 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2021/2022 (3 bulan yang lalu)
  • PANDUAN PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA TAHUN PELAJARAN 2021/2022 (4 bulan yang lalu)
  • Jadwal Penilaian Akhir Tahun Semester Genap TP. 2020/2021 (4 bulan yang lalu)
  • SMAN 9 Bandar Lampung Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Siswa Virtual (4 bulan yang lalu)
  • Rapat Rutin (4 bulan yang lalu)
  • Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 (5 bulan yang lalu)
Dampak Negatif Sinyal Wi-Fi Terhadap Tubuh Kita

Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon.

Memang enak ya kalau kitaberada di lungkungan yang ada wi-fi nya(seperti sekolah saya). Tapi selidik punya selidik siyal wi-fi berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu?

http://www.artikelbebasku.co.cc/

 

Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?

Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris. Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Senin (21/05), Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: “Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

“Bisa jadi radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama.”

Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.

Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.

“Wi-fi adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari microwave.”

Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.

Health Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.

“Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.

Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: “Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.

“Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh,” tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berarrti akan dampak negatif wi-fi.

Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.

Sumber :
www.artikelbebasku.co.cc

Hubungi Kami

Kampus: Jalan Panglima Polem No. 18
Kel. Segala Mider. Bandar Lampung
Email: sman9bdl@gmail.com
Tel: +(62) 721-772-924 / +(62) 721-701-387

Senin-Kamis, Sabtu : 07.00 – 15.45 WIB
Jumat: 06.40 – 14.45
Minggu: Tutup

Visitor Counter

102215
Users Today : 186
This Month : 19676
This Year : 62598
Total Users : 102215
Views Today : 475
Total views : 224294
Your IP Address : 66.249.79.182
Server Time : 2021-10-19
Open chat