INFORMASI
: - Tuesday, 20-04-2021
  • SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG MELAKSANAKAN KEGIATAN PESANTREN RAMADHAN 1442 H (20 jam yang lalu)
  • SMAN 9 Bandar Lampung Rayakan Dies Natalis ke-45 (1 bulan yang lalu)
  • Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS Periode 2020 Digelar Secara Virtual (2 bulan yang lalu)
  • Kepala SMAN 9 Bandar Lampung Melantik Pengurus OSIS Tahun Pelajaran 2020/2021 (3 bulan yang lalu)
  • Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 9 Bandar Lampung (4 bulan yang lalu)
  • Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 9 Bandar Lampung Secara Daring (4 bulan yang lalu)
  • Pelepasan Mahasiswa PPL UIN Raden Intan Lampung (5 bulan yang lalu)
  • Juara Favorit Olimpiade Nasional tingkat SMA (6 bulan yang lalu)
  • Juara 3 Olimpiade Nasional tingkat SMA (6 bulan yang lalu)
  • Drs.H. Suharto, M.Pd. Kepala Sekolah Yang Berdedikasi & Punya Talenta Tinggi (7 bulan yang lalu)
  • KPU kota Medan ( Jefrizal SH.MH dan Aci SH.MH) melakukan verifikasi legalitas dan keabsahan ijazah kota medan (7 bulan yang lalu)
  • Persiapan KBM Tatap Muka (8 bulan yang lalu)
  • Dirgahayu Republik Indonesia ke 75 (8 bulan yang lalu)
  • HUT Pramuka ke 59 (8 bulan yang lalu)
  • Dr. Hi. M. Kadhafi, SH, MH, Anggota DPR RI Komisi X Adakan Ramah Tamah dengan Keluarga SMAN 9 Bandar Lampung (8 bulan yang lalu)
Dianggap menyulitkan, sistem progress report akan diubah Dikti
Ilustrasi anak kuliah. ┬ęShutterstock/l i g h t p o e t

Ilustrasi anak kuliah. ┬ęShutterstock/l i g h t p o e t

Merdeka.com – Pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) mengaku akan mengubah sistem progress report bagi para penerima beasiswa. Sebab, sistem ini dinilai mempersulit proses pencairan dana peserta beasiswa yakni harus ada tanda tangan dari dosen maupun profesor di tempat studinya.

Pernyataan ini muncul, lantaran laporan dana peserta beasiswa Dikti yang tertahan tak kunjung diberikan sedang menuai berbagai polemik.

“Ini sistem (progress report) kan baru berjalan dari Januari, progress report harus bertanda tangan profesor di sana,” kata Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Kemendikbud Supriadi Rustad saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa (9/9).

Disinggung soal peserta beasiswa yang mengeluhkan dana tidak turun sesuai jadwal, Dia mengungkapkan bahwa kelemahan ada pada perencanaan pengadaannya yang lambat.

Terlebih adanya laporan bahwa profesor yang ada di tempat studi luar negeri tidak mau lagi menerima kandidat mahasiswa baru yang dapat beasiswa dari Dikti, Supriadi menyatakan akan terus mengirim kandidat mahasiswa yang berprestasi dengan beasiswa Dikti.

“Akan tetap mengusulkan beasiswa ini, tapi program akan kami ganti tidak perlu memakai lagi progress report. Kita cari sistem harus yang fleksibel, saya memahami kesulitan ini,” tutur dia.

Lebih lanjut, sistem yang fleksibel itu sendiri kembali dipaparkan oleh Supri. “Bisa juga seperti kerja sama BLU masalah keuangannya dan Dikti ke program kemahasiswaannya,” tandasnya.

Hubungi Kami

Kampus: Jalan Panglima Polem No. 18
Kel. Segala Mider. Bandar Lampung
Email: sman9bdl@gmail.com
Tel: +(62) 721-772-924 / +(62) 721-701-387

Senin-Kamis, Sabtu : 07.00 – 15.45 WIB
Jumat: 06.40 – 14.45
Minggu: Tutup

Visitor Counter

048525
Users Today : 61
This Month : 1874
This Year : 8908
Total Users : 48525
Views Today : 1066
Total views : 136176
Your IP Address : 34.204.186.91
Server Time : 2021-04-20
Open chat