INFORMASI
: - Sunday, 18-07-2021
  • Pendataan Online Siswa Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 (2 minggu yang lalu)
  • Informasi Daftar Ulang PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 (3 minggu yang lalu)
  • Penetapan Hasil PPDB SMAN 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2021/2022 (3 minggu yang lalu)
  • Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 (2 bulan yang lalu)
  • BUKU PANDUAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) SECARA DARING TP 2021/2022 (1 minggu yang lalu)
  • MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH DARING (MPLS) TAHUN 2021 (1 minggu yang lalu)
  • PANDUAN PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA TAHUN PELAJARAN 2021/2022 (1 bulan yang lalu)
  • Jadwal Penilaian Akhir Tahun Semester Genap TP. 2020/2021 (1 bulan yang lalu)
  • SMAN 9 Bandar Lampung Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Siswa Virtual (1 bulan yang lalu)
  • Rapat Rutin (1 bulan yang lalu)
  • SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG MELAKSANAKAN KEGIATAN PESANTREN RAMADHAN 1442 H (2 bulan yang lalu)
  • SMAN 9 Bandar Lampung Rayakan Dies Natalis ke-45 (4 bulan yang lalu)
  • Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS Periode 2020 Digelar Secara Virtual (5 bulan yang lalu)
  • Kepala SMAN 9 Bandar Lampung Melantik Pengurus OSIS Tahun Pelajaran 2020/2021 (5 bulan yang lalu)
  • Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 9 Bandar Lampung (7 bulan yang lalu)
Dianggap menyulitkan, sistem progress report akan diubah Dikti
Ilustrasi anak kuliah. ┬ęShutterstock/l i g h t p o e t

Ilustrasi anak kuliah. ┬ęShutterstock/l i g h t p o e t

Merdeka.com – Pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) mengaku akan mengubah sistem progress report bagi para penerima beasiswa. Sebab, sistem ini dinilai mempersulit proses pencairan dana peserta beasiswa yakni harus ada tanda tangan dari dosen maupun profesor di tempat studinya.

Pernyataan ini muncul, lantaran laporan dana peserta beasiswa Dikti yang tertahan tak kunjung diberikan sedang menuai berbagai polemik.

“Ini sistem (progress report) kan baru berjalan dari Januari, progress report harus bertanda tangan profesor di sana,” kata Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Kemendikbud Supriadi Rustad saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa (9/9).

Disinggung soal peserta beasiswa yang mengeluhkan dana tidak turun sesuai jadwal, Dia mengungkapkan bahwa kelemahan ada pada perencanaan pengadaannya yang lambat.

Terlebih adanya laporan bahwa profesor yang ada di tempat studi luar negeri tidak mau lagi menerima kandidat mahasiswa baru yang dapat beasiswa dari Dikti, Supriadi menyatakan akan terus mengirim kandidat mahasiswa yang berprestasi dengan beasiswa Dikti.

“Akan tetap mengusulkan beasiswa ini, tapi program akan kami ganti tidak perlu memakai lagi progress report. Kita cari sistem harus yang fleksibel, saya memahami kesulitan ini,” tutur dia.

Lebih lanjut, sistem yang fleksibel itu sendiri kembali dipaparkan oleh Supri. “Bisa juga seperti kerja sama BLU masalah keuangannya dan Dikti ke program kemahasiswaannya,” tandasnya.

Hubungi Kami

Kampus: Jalan Panglima Polem No. 18
Kel. Segala Mider. Bandar Lampung
Email: sman9bdl@gmail.com
Tel: +(62) 721-772-924 / +(62) 721-701-387

Senin-Kamis, Sabtu : 07.00 – 15.45 WIB
Jumat: 06.40 – 14.45
Minggu: Tutup

Visitor Counter

056153
Users Today : 13
This Month : 1176
This Year : 16536
Total Users : 56153
Views Today : 20
Total views : 156685
Your IP Address : 216.244.66.198
Server Time : 2021-07-18
Open chat