INFORMASI
: - Monday, 25-10-2021
  • Perkenalan Paslon Nomor Urut 3 (6 hari yang lalu)
  • Perkenalan Paslon Nomor Urut 2 (6 hari yang lalu)
  • Perkenalan Paslon Nomor Urut 1 (6 hari yang lalu)
  • Pemilihan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 9 Bandar Lampung T.P. 2021 – 2022 (6 hari yang lalu)
  • TAHAPAN KEGIATAN PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS SMAN 9 BANDAR LAMPUNG (6 hari yang lalu)
  • BUKU PANDUAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) SECARA DARING TP 2021/2022 (3 bulan yang lalu)
  • MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH DARING (MPLS) TAHUN 2021 (3 bulan yang lalu)
  • Pendataan Online Siswa Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 (3 bulan yang lalu)
  • Informasi Daftar Ulang PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 (4 bulan yang lalu)
  • Penetapan Hasil PPDB SMAN 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2021/2022 (4 bulan yang lalu)
  • PANDUAN PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA TAHUN PELAJARAN 2021/2022 (4 bulan yang lalu)
  • Jadwal Penilaian Akhir Tahun Semester Genap TP. 2020/2021 (4 bulan yang lalu)
  • SMAN 9 Bandar Lampung Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Siswa Virtual (5 bulan yang lalu)
  • Rapat Rutin (5 bulan yang lalu)
  • Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 (5 bulan yang lalu)
Dianggap menyulitkan, sistem progress report akan diubah Dikti
Ilustrasi anak kuliah. ©Shutterstock/l i g h t p o e t

Ilustrasi anak kuliah. ©Shutterstock/l i g h t p o e t

Merdeka.com – Pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) mengaku akan mengubah sistem progress report bagi para penerima beasiswa. Sebab, sistem ini dinilai mempersulit proses pencairan dana peserta beasiswa yakni harus ada tanda tangan dari dosen maupun profesor di tempat studinya.

Pernyataan ini muncul, lantaran laporan dana peserta beasiswa Dikti yang tertahan tak kunjung diberikan sedang menuai berbagai polemik.

“Ini sistem (progress report) kan baru berjalan dari Januari, progress report harus bertanda tangan profesor di sana,” kata Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Kemendikbud Supriadi Rustad saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa (9/9).

Disinggung soal peserta beasiswa yang mengeluhkan dana tidak turun sesuai jadwal, Dia mengungkapkan bahwa kelemahan ada pada perencanaan pengadaannya yang lambat.

Terlebih adanya laporan bahwa profesor yang ada di tempat studi luar negeri tidak mau lagi menerima kandidat mahasiswa baru yang dapat beasiswa dari Dikti, Supriadi menyatakan akan terus mengirim kandidat mahasiswa yang berprestasi dengan beasiswa Dikti.

“Akan tetap mengusulkan beasiswa ini, tapi program akan kami ganti tidak perlu memakai lagi progress report. Kita cari sistem harus yang fleksibel, saya memahami kesulitan ini,” tutur dia.

Lebih lanjut, sistem yang fleksibel itu sendiri kembali dipaparkan oleh Supri. “Bisa juga seperti kerja sama BLU masalah keuangannya dan Dikti ke program kemahasiswaannya,” tandasnya.

Hubungi Kami

Kampus: Jalan Panglima Polem No. 18
Kel. Segala Mider. Bandar Lampung
Email: sman9bdl@gmail.com
Tel: +(62) 721-772-924 / +(62) 721-701-387

Senin-Kamis, Sabtu : 07.00 – 15.45 WIB
Jumat: 06.40 – 14.45
Minggu: Tutup

Visitor Counter

102857
Users Today : 121
This Month : 20318
This Year : 63240
Total Users : 102857
Views Today : 471
Total views : 226385
Your IP Address : 38.240.129.162
Server Time : 2021-10-25
Open chat