Saturday, 23 September 2017 | 2:10 PM

Pemerintah didesak selidiki budaya di sekolah internasional

pemerintah-didesak-selidiki-budaya-di-sekolah-internasionalMerdeka.com – Berbeda dengan sekolah pada umumnya, sekolah-sekolah internasional dituntut harus menerapkan budaya dan sistem yang adaptif sesuai dengan asal para siswanya. Termasuk Jakarta International School (JIS) yang tengah disorot karena kasus pencabulan.

“Pengajaran di sana pasti lebih ekspresif dan memungkinkan semua bebas bicara juga demokratis. Kenapa kalau ada yang dikerjain enggak berani bicara? ini aneh,” kata Kriminolog Adrianus Meliala kepada merdeka.com lewat sambungan telepon, Jumat (5/5).

Oleh karena itu, kriminolog UI ini mengimbau agar pemerintah mengecek kembali seperti apa nilai dan budaya yang dianut di sekolah internasional. Jika kembali muncul kasus sama, para siswa berani melapor.

Adrianus menilai para predator seksual ini menganggap JIS sebagai tempat yang aman untuk mereka menjalankan aksi. Tak tanggung-tanggung kejahatan seksual dilakukan secara keroyokan.

“Paedofil memilih tempat yang nyaman tanpa gangguan, supaya aman mereka bekerja secara kelompok. Mereka itu individu paedofil yang bertemu dalam satu kelompok,” lanjut dia.

Pengamat pendidikan pun sepakat bahwa sekalipun JIS berstatus sekolah internasional tetapi JIS kecolongan soal keamanan. “Yang salah itu manajemen pengamanannya, JIS kecolongan tetapi peristiwa ini bisa terjadi di mana saja,” ungkap pengamat pendidikan Arief Rachman.