INFORMASI
: - Tuesday, 20-04-2021
  • SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG MELAKSANAKAN KEGIATAN PESANTREN RAMADHAN 1442 H (20 jam yang lalu)
  • SMAN 9 Bandar Lampung Rayakan Dies Natalis ke-45 (1 bulan yang lalu)
  • Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS Periode 2020 Digelar Secara Virtual (2 bulan yang lalu)
  • Kepala SMAN 9 Bandar Lampung Melantik Pengurus OSIS Tahun Pelajaran 2020/2021 (3 bulan yang lalu)
  • Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 9 Bandar Lampung (4 bulan yang lalu)
  • Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 9 Bandar Lampung Secara Daring (4 bulan yang lalu)
  • Pelepasan Mahasiswa PPL UIN Raden Intan Lampung (5 bulan yang lalu)
  • Juara Favorit Olimpiade Nasional tingkat SMA (6 bulan yang lalu)
  • Juara 3 Olimpiade Nasional tingkat SMA (6 bulan yang lalu)
  • Drs.H. Suharto, M.Pd. Kepala Sekolah Yang Berdedikasi & Punya Talenta Tinggi (7 bulan yang lalu)
  • KPU kota Medan ( Jefrizal SH.MH dan Aci SH.MH) melakukan verifikasi legalitas dan keabsahan ijazah kota medan (7 bulan yang lalu)
  • Persiapan KBM Tatap Muka (8 bulan yang lalu)
  • Dirgahayu Republik Indonesia ke 75 (8 bulan yang lalu)
  • HUT Pramuka ke 59 (8 bulan yang lalu)
  • Dr. Hi. M. Kadhafi, SH, MH, Anggota DPR RI Komisi X Adakan Ramah Tamah dengan Keluarga SMAN 9 Bandar Lampung (8 bulan yang lalu)
Potret Pendidikan Daerah Terpencil
Potret Pendidikan Daerah Terpencil

Potret Pendidikan Daerah Terpencil

Liputan6.com, Bima – Pendidikan adalah jalan terbaik meningkatkan taraf kehidupan sebuah generasi. Tak terkecuali di Indonesia. Namun apa yang dijumpai di pesisir ujung pantai timur Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bisa jadi cermin kondisi pendidikan di banyak daerah terpencil lainnya di tanah air.

Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (3/5/2014) memberitakan kondisi memprihatinkan Madrasah Ibtidaiyah (SD) Darul Ulum di pesisir pantai Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima.

Sekolah yang berdiri sejak 2007 hanya memiliki fisik bangunan semi permanen. Berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah. Tanpa bantuan pemerintah, pendiri sekolah dan para guru tetap tegar hingga kini.

Bisa dibayangkan, seperti apa kondisi waktu belajar setiap hari. Di sisi lain, guru pun seakan hanya berbekal idealisme mereka sebagai pengajar, tanpa imbalan yang memadai sebagai pemberi ilmu bagi masa depan muridnya.

Lain lagi dengan kondisi anak-anak usia sekolah di Desa Patambanua, Kecamatan Matangnga, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kondisi desa terpencil, memaksa setiap anak yang ingin mengenyam pendidikan dasar harus berjalan kaki lewati bukit dan hutan agar bisa sampai ke sekolah.

hal tersebut mengakibatnya banyak anak usia sekolah dasar yang putus sekolah atau malah tidak bersekolah sama sekali.

Hingga kini masalah ketersediaan sekolah bagi anak-anak di pedalaman Polewali Mandar, Sulawesi Barat, belum terselesaikan. Untuk mendirikan sekolah dasar, pemerintah terbentur persyaratan minimum jumlah murid yang harus 60 orang.

Proses belajar mengajar juga kerap terbentur oleh SDM yang ada. Hal ini menyusul kurangnya tenaga pendidik yang mau terjun ke dusun terpencil. Pekerjaan besar untuk mencerdaskan generasi masa depan bangsa. (Ali)

Sumber: Liputan6

Hubungi Kami

Kampus: Jalan Panglima Polem No. 18
Kel. Segala Mider. Bandar Lampung
Email: sman9bdl@gmail.com
Tel: +(62) 721-772-924 / +(62) 721-701-387

Senin-Kamis, Sabtu : 07.00 – 15.45 WIB
Jumat: 06.40 – 14.45
Minggu: Tutup

Visitor Counter

048517
Users Today : 53
This Month : 1866
This Year : 8900
Total Users : 48517
Views Today : 994
Total views : 136104
Your IP Address : 34.204.186.91
Server Time : 2021-04-20
Open chat