Saturday, 23 September 2017 | 2:21 PM

Silaturahmi dan Temu Wicara Walikota bersama Orang Tua Siswa/i program Bina Lingkungan tahun 2014

Photo Bersama Walikota Bandar LampungHerman HN

Photo Bersama Walikota Bandar Lampung Herman HN

Walikota Bandarlampung Herman HN menegaskan, dalam pelaksanaan program bina lingkungan (Biling), wali murid beserta siswanya tidak dipungut biaya sepeser pun, termasuk iuran komite.

Selain tidak dipungut biaya SPP, siswa juga mendapatkan dua stel baju sekolah dan perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu maupun alat tulis.

“Wali murid cukup mengeluarkan ongkos jajan anaknya, termasuk kalau siswa itu naik angkot atau lainnya. Selain itu tidak ada, tidak ada pungutan-pungutan,” kata Walikota Herman HN, Selasa (12/08) di SMA Negeri 9 Bandar Lampung.

_MG_0115

Pernyataan itu disampaikan bapak Walikota dalam sambutannya pada acara silaturahmi dan temu wicara walikota bersama orang tua siswa/i SMPN 10 Bandar Lampung dan SMAN 9 Bandar Lampung untuk program Bina Lingkungan tahun 2014.

Menanggapi masukan wali murid dan pihak sekolah, Walikota juga bakal menganggarkan baju olahraga dan baju batik siswa, untuk digratiskan kepada seluruh siswa biling.

“Namun tahun depan (2015), enggak bisa sekarang, karena APBD sudah disahkan. Mulai tahun anggaran 2015 mendatang, baju olahraga dan batik ini akan kita berikan kepada siswa bina lingkungan secara gratis,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, pelaksanaan program bina lingkungan ini bukan dikarenakan dirinya mau mencalonkan lagi menjadi wali kota atau dari segi politik lainnya, namun semata-mata untuk memberikan pendidikan yang layak dan gratis kepada masyarakat. Selain itu, program bina lingkungan ini sudah dilakukan sejak tahun 2011 lalu.

“Karena tempo hari (saat kampanye wali kota tahun 2010). Saya pernah janji untuk memberikan pendidikan gratis maupun kesehatan gratis bagi warga kurang mampu. Sekarang saya buktikan, dan sudah berjalan sejak tahun 2011 lalu,” ungkapnya.

“Kemudian ada yang mengatakan anggaran bina lingkungan ini dari pemerintah pusat. Itu bohong. Ya anggarannya berasal dari masyarakat sendiri, dari APBD,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, pihak sekolah jangan membeda-bedakan siswa jalur bina lingkungan dengan siswa jalur reguler, termasuk dalam hal pembagian kelas, harus dicampur.

“Siswa pun enggak boleh minder walaupun dari jalur bina lingkungan, buktikan kalau kita bisa bersaing dengan siswa jalur reguler dalam persaingan secara akademis,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandarlampung Sukarma Wijaya mengatakan, pihaknya pun kedepan akan mengambil 10 siswa SMA/SMK yang mendapatkan predikat lulusan serta nilai terbaik dari jalur bina lingkungan.

10 siswa lulusan terbaik ini nantinya akan dimasukkan kuliah ke Universitas Lampung (Unila) yang akan dibiayai oleh pemkot setempat.

“Sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemkot. Maka, bersainglah dengan siswa lainnya agar mendapatkan prestasi dan nilai yang tinggi,” kata dia.