INFORMASI
: - Friday, 31-07-2020
  • Panduan dan Jadwal MPLS Daring SMA Negeri 9 Bandar Lampung (2 minggu yang lalu)
  • Informasi MPLS SMA Negeri 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2020/2021 (4 minggu yang lalu)
  • Rombongan Belajar Kelas X (2 minggu yang lalu)
  • Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (Masa Pandemi) Tahun Ajaran 2020-2021 (3 minggu yang lalu)
  • Daftar Ulang PPDB 2020 SMA Negeri 9 Bandar Lampung (1 bulan yang lalu)
  • Pengumuman Lulus Seleksi PPDB SMAN 9 Bandar Lampung Tahun 2020 (1 bulan yang lalu)
  • Pendaftaran PPDB SMA Online (1 bulan yang lalu)
  • Cara Pendaftaran PPDB Online Tahun 2020 Provinsi Lampung (1 bulan yang lalu)
  • PROTOKOL MASUK SMA NEGERI 9 BANDAR LAMPUNG (1 bulan yang lalu)
  • Informasi PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 (2 bulan yang lalu)
  • Siswa-Siswi SMA Negeri 9 Bandar Lampung Berbagi (2 bulan yang lalu)
  • Pesantren Kilat Online (2 bulan yang lalu)
  • PUNCAK ULANG TAHUN KE-44 | MAGNIFICENT 9 (5 bulan yang lalu)
  • SHORT MOVIE RANGKAIAN KEGIATAN HUT KE – 44th |MAGNIFICENT 9 (5 bulan yang lalu)
  • Rapat Koordinasi HUT ke 44 SMA Negeri 9 Bandar Lampung (5 bulan yang lalu)
Sistem Pendidikan Nasional Tak Mampu Tumbuhkan Nasionalisme

 

Atas sumbangsihnya untuk kepemimpinan dan kemanusiaaan serta keagamaan universalnya Romo Carolus dianugerahi Maarif Award (ANTARA/Ansyor)

Atas sumbangsihnya untuk kepemimpinan dan kemanusiaaan serta keagamaan universalnya Romo Carolus dianugerahi Maarif Award (ANTARA/Ansyor)

Jakarta (ANTARA News) – Semangat nasionalisme di kalangan siswa semakin pudar akibat sistem pendidikan yang tidak mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri mereka, kata Direktur Program Maarif Institute Abdullah Darraz.

“Dalam riset pada 2011, sebanyak 60 persen siswa di Jabodetabek terutama pelajar SMP dan SMA tidak percaya lagi terhadap nilai-nilai Pancasila. Ini kan miris sekali,” kata Darraz di Jakarta, Selasa (1/4) malam.

Pihaknya mencontohkan di beberapa sekolah negeri, ada siswa-siswa yang enggan mengikuti upacara bendera karena menganggap upacara bendera merupakan penghormatan terhadap sesuatu selain Tuhan.

“Ada beberapa sekolah menganggap nasionalisme kebangsaan itu seperti musuh yang harus dihalau, ini didrive oleh suatu paham keagamaan tertentu yang radikal, ekslusif, antikebhinekaan, antipluralisme. Menganggap pluralisme, demokrasi itu sesuatu yang diharamkan,” katanya.

Dikatakannya, paham radikal tersebut sulit diawasi oleh sekolah karena masuk lewat para alumninya. “Misalnya paham ini masuk melalui alumninya, proses radikalisasi terjadi di luar jam sekolah, sehingga tidak bisa diawasi lagi oleh sekolah,” katanya.

Menurut dia, hal tersebut terjadi karena adanya upaya radikalisasi pemikiran yang dilakukan suatu kelompok berpaham keagamaan tertentu terhadap generasi muda.

Mereka menyasar kalangan remaja karena pemikiran remaja yang masih labil sehingga lebih mudah diracuni oleh pemikiran yang salah terutama yang cenderung ke arah radikal.

Sebagai upaya untuk mencari solusi bagi sistem pendidikan yang lebih baik, pihaknya bersama Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI), Lembaga Manajemen Universitas Negeri Jakarta (LM-UNJ), Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI) dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) membentuk Jakarta Edu Forum. JEF, menurut dia, berupaya memetakan kembali arah pendidikan Indonesia yang nantinya ide-ide tersebut disampaikan kepada pemerintah agar bisa ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan.

“Sekarang belum dirumuskan secara utuh, targetnya, September-Oktober 2014 sudah selesai rumusannya,” katanya.  (A064/Z002)

 

Sumber: AntaraNews

Hubungi Kami

Kampus: Jalan Panglima Polem No. 18
Kel. Segala Mider. Bandar Lampung
Email: sman9bdl@gmail.com
Tel: +(62) 721-772-924 / +(62) 721-701-387

Senin-Kamis, Sabtu : 07.00 – 15.45 WIB
Jumat: 06.40 – 14.45
Minggu: Tutup

ads

Google Analytics

Ads

Visitor Counter

029195
Users Today : 29
This Month : 2124
This Year : 18818
Total Users : 29195
Views Today : 62
Total views : 75251
Your IP Address : 66.249.79.12
Server Time : 2020-07-31
Open chat