Thursday, 29 June 2017 | 9:24 PM

SMAN 9 dan SMAN Gadingrejo Juara Teknokrat Futsal

LOGO_FUTSAL

BANDAR LAMPUNG — Tim putri SMAN 9 Bandar Lampung berhasil menaklukkan SMKN 4 Bandar Lampung melalui adu penalty dengan skor 2-1. Juara ketiga tim puteri diraih SMA Al Huda Jati Agung dan harapa satu disandang SMA Xaverius Bandar Lampung. Sementara pada tim putera, juara pertama SMAN 1 Gadingrejo yang berhasil menyisihkan SMK2 Mei Bandar Lampung ke posisi kedua. Juara ketiga SMA Perintis 2 Bandar Lampung dan harapan satu SMA AL Huda Jati Agung.

Dewan juri memutuskan predikat top score tim puteri disandang Berlian dan dari tim putera Oktariansyah, keduanya dari SMA Al Huda Jati Agung. Sementara pemain terbaik tim puteri disandang Halifah dari SMAN 9 Bandar Lampung dan tim putera Chandra dari SMAN 1 Gadingrejo.

Wasit pertandingan final tim puteri, Akhmad Rianto mengatakan kedua tim menyuguhkan jual beli serangan. Akhmad menilai kekompakan tim dan kemampuan kipper sangat menentukan hasil pertandingan. “Secara permainan, SMKN 4 lebih baik, tapi kipper SMAN 9 sangat hebat, bahkan menjadi top score timnya dengan mencetak 6 gol,” kata dia.
Usai memberikan piala kepada para pemenang, Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Nasrullah Yusuf mengatakan pihaknya menyediakan beasiswa bagi pemain terbaik dan top score baik untuk tim putera dan puteri. Beasiswa tersebut merupakan apresiasi sekaligus motivasi bagi siswa agar terus berkompetisi secara sehat dan mengukir prestasi.

“Dari pengamatan selama pertandingan, kami juga akan memberikan beasiswa bagi beberapa pemain yang dinilai layak dan berbakat,” kata Nasrullah. Ia menyambut baik tingginya animo siswa SMA sederajat mengikuti kompetisi futsal tahun ini yang mencapai 95 tim.

Menurut Nasrullah, siswa di Lampung sangat haus kompetisi, terutama olahraga. Melalui kompetisi, lanjut dia, siswa dapat mengharumkan nama almamaternya. Sementara dari sisi perguruan tinggi sebagai penyelengara, perhelatan semacam itu merupakan bagian dari pendidikan bela negara. “Di dalamnya terdapat pendidikan bela negara. Setiap pertandingan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang bertujuan membangun nasionalisme pemain dan supporter,” kata Nasrullah.

Ia juga mengapresiasi kepedulian guru pembina yang turut hadir mendampingi siswa bertanding. Dukungan dan perhatian guru menambah kepercayaan diri dan mendorong semangat sportivitas pemain.

Nasrullah berharap institusi pendidikan dapat membina peserta didik, termasuk menyalurkan minat dan bakat dalam bidang olahraga. “Di negara maju seperti Amerika, pemerintah sudah menjaring bibit unggul untuk dibina secara intensif menjadi atlet nasional,” kata Nasrullah.

Ia berharap pemerintah dan institusi lainnya semakin giat menyelenggarakan even serupa untuk menjaring bibit unggul daerah. “Saya sangat berharap Lampung bisa lolos pra PON,” ujar Nasrullah. Menurut dia, Lampung lumbung bibit unggul yang dapat berjaya di berbagai kompetisi nasional bahkan internasional. Untuk menuju pada hal itu, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan dukungannya melalui penyelenggaran pelatihan intensif.

Selain itu, tambah dia, pembiasaan siswa pada olahraga membentuk mental dan pikiran positif. “Mensana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” pungkas Nasrulah.

 

Sumber: http://lampost.co/berita/sman-9-dan-sman-gadingrejo-juara-teknorat-futsal