Saturday, 23 September 2017 | 2:26 PM

SMAN 9 Sosialisasi Program SKS Bersama Orangtua Siswa

Bandarlampung, – SMA Negeri 9 Bandarlampung terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas akademik peserta didiknya.

Ini dibuktikan setelah sistem  pembelajaran dengan sistem kredit semester (SKS) yang sudah berjalan lebih kurang 4 tahun.

Hal ini dikatakan Waka Kurikulum SMAN 9 Bandarlampung Dra. Sri Purwiyatmi, yang didampingi Kepala SMAN 9 Bandarlampung Drs. Suharto, M.Pd saat memberikan sosialisasi dan tata tertib di Aula sekolah setempat, Sabtu, (15/7) siang.

Sistem SKS ini akan mempercepat waktu menyelesaikan pendidikan di sekolah yaitu hanya 4 semester atau dua tahun lulus. Ini berbeda dengan sistem yang umumnya berlaku di SMA yaitu waktu menyelesaikan pendidikan ditempuh tiga tahun atau 6 semester.

Hal senada dikatakan Kepala SMAN 9 Bandarlampung Drs. Suharto, M.Pd, didampingi Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Dra. Sri Purwiyatmi, Waka Sapras Murni, Waka Kesiswaan Indira Suciati, Waka Humas Bambang Suprapto, dan Wakil Ketua komite sekolah Budihardjo menjelaskan, diprogramkan sistem SKS untuk memfasilitasi siswa yang memiliki kecepatan belajar atau kapasitas diri di atas rata-rata pada umumnya. Anak dengan kapasitas yang berlebih ini dikategorikan SCI Siswa Cerdas Istimewa.

“Jadi siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata bisa menyelesaikan 4 semester di SMAN 9. Ini upaya mencetak generasi berkualitas,” kata Suharto dalam pemaparannya, yang dihadiri seluruh orangtua siswa kelas X.

Ditambahkannya, sistem SKS dengan belajar cepat 4 semester akan menyelesaikan studi sekolah dalam 2 tahun. Namun sistem SKS itu bukan kelas akselerasi. “Sistem SKS siswa tetap tersebar di berbagai kelas atau tidak dieksklusifkan.

Kalau akselerasi satu kelas (dieksklusifkan,red). Siswa yang mengikuti sistem SKS bisa lebih cepat menyelesaikan studi mereka,”  terangnya.

Selain menyiapkan paket belajar, pihak sekolah juga akan meramu jadwal dan tempat untuk pengayaan. “Anak yang belum waktunya selesai, kan belajarnya terpisah dari kelasnya. (Red-MM)

Sumber: Media Merdeka